Tulang Bawang (TR)- Upacara HUT ke-75 Republik Indonesia di kabupaten Tulang Bawang pada 17 Agustus 2020 mendatang akan digelar secara terbatas.

Jumlah Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang bertugas pun dikurangi menjadi hanya empat orang.

Hal ini dikarenakan pandemi Covid-19 yang mengharuskan upacara dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan.

Tentu semua ini berdasarkan acuan dari surat pemerintah Pusat kata Dra. Karmini Utari,M.H “kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadis porapa) kabupaten Tulang Bawang kepda awak media saat di temui di ruang kerja nya Senin 13/07/2020.

Ia menuturkan” dalam upacara 17 agustus mendatang mengacu pada surat perintah pusat yang berisi tentang “Di tingkat daerah, Upacara Peringatan HUT Ke-75 Kemerdekaan RI Tahun 2020

dilaksanakan di Kantor Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota Kantor Perwakilan/ Lembaga yang ada di daerah mengikuti upacara yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota mulai pukul 07.00 WIB (sebelum pelaksanaan upacara di Istana Merdeka Jakarta).

Dan juga Kepala Daerah/Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). kantor/lembaga yang ada di daerah wajib mengikuti Upacara Peringatan Ke-75 Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI dan Upacara Penurunan Bendera Sang Merah Putih.
yang dilaksanakan di Istana Merdeka Jakarta secara virtual dari kantor masing setelah melaksanakan upacara di daerah
Bagi para pinan Tinggi Pratama atau sederajat dan pegawai pada instansi pusat maupun daerah wajib mengikuti upacara Peringatan Ke-75 Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI
 dan Upacara Penurunan Bendera Sang Merah Putih yang ditayangkan oleh stasiun televisi dari tempat tinggal masing-masing. Urai nya.
Ia melanjutkan”. Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) yang bertugas di daerah agar menerapkan pola yang sama dengan Paskibraka di Istana Merdeka Jakarta
Pada tanggal 17 Agustus 2020 pukul 10.17 s.d. 10.20 WIB (selama 3 menit), segenap masyarakat Indonesia wajib menghentikan aktivitasnya sejenak:
Seluruh masyarakat Indonesia berdiri tegak saat pengumandangan lagu Indonesia Raya secara serentak di berbagai lokasi hingga pelosok daerah. Papar nya.
Ia Menambahkan” Pengecualian menghentikan aktivitas sejenak berlaku bagi warga dengan aktivitas yang berpotensi membahayakan diri sendiri dan orang lain apabila dihentikan.
Dan untuk Jajaran TNI dan Polri di setiap daerah agar membantu keberhasilan pelaksanaan hal tersebut di daerahnya masing-masing, antara lain dengan memperdengarkan sirine atau suara penanda lainnya
 sesaat sebelum lagu Indonesia Raya berkumandang dan tetap memperhatikan penerapan protokol kesehatan pencegahan COVID-19.Pungkas nya.(Zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here