Tulang Bawang (TR)– Tanggal 13 Juni ketetapan Siswa-siswi masuk sekolah di seluruh Indonesia, namun masih massa pandemi covid19. Tentang Masuk Sekolah tergantung kebijakan Daerah kabupaten masing-masing di indonesia.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang (Disdik TuBa). Nasaruddin, S.H.,M.H saat di temui di ruang kerja nya mengatakan “langkah yang akan diambil Disdik TuBa tergantung keputusan dan Arahan Bupati Tulang Bawang Hj Winarti SE.MH dan sekaligus Selaku Tim Gugus Tugas 1 kabupaten. (08-JuLi-2020)

“kami selaku Dinas Pendidikan ( Disdik) telah siap kapan saja untuk melaksanakan New Normal untuk Ajaran baru karena ada 3 Metode untuk itu yaitu 1.Metode Tatap Muka. 2.Metode Dalam Jaringan(Daring).3.Metode Luar jaringan(luring) untuk siswa-siswi dalam pembelajaran guna menekan penyebaran Covid19 pada saat belajar mengajar.

“Meski kabupaten Tulang Bawang sudah New Normal,karena termasuk wilayah Zona Hijau di Provinsi Lampung tak semata-mata kita harusbebas diri.

karena virus Covid19 ini, sangat berbahaya dan lebih rentang terjangkit apa lagi terhadap anak-anak terutama siswa-siswi.Pendidikan anak usia dini (PAUD) dan sekolah Dasar (SD) yang lagi di bawah umur. Ucap Bang NaSa sapaan Akrab Kadisdik Tulang Bawang.

Lanjut nya”tapi semua itu kembali lagi keputusan ada di Bupati Tulang Bawang jika di izinkan Beliu New Normal untuk siswa-siswi masuk sekolah maka,kami Disdik TuBa akan mengunakan Metode Tatap Muka.

dan memberitahukan kepada seluruh kepala sekolah agar pihak sekolah harus,mengajukan proposal,mempersiapkan dan permohonan New Normal kepada Disdik TuBa nanti nya kami akan sampai kepada Tim Gugus Tugas 1 yaitu Bupati Tulang Bawang Hj.Winarti SE.MH.

Karena untuk melaksanakan ketentuan Metode Tatap muka terdiri dari beberapa unsur yang harus di penuhi yaitu :yang pertama (siswa-siswi pergi ke sekolah selalu memakai masker), yang kedua (satu lokal tidak boleh lebih dari 15 siswa -siswi karena untuk mengatur jarak lebih dari 1 meter).

ketiga (setiap kelas harus ada tempat cuci tangan)yang ke empat (tidak boleh meminjam alat-alat tulis kepada rekan nya),yang ke Lima (jika murid nya banyak maka di buat sistem sekolah pagi-sore,atau bergantian perminggu).Papar nya.

Lebih Dalam kadis pendidikan memaparkan “Dan jika belum di izinkan oleh Bupati Tulang Bawang ‘karena faktor kesehatan siswa-siswi maka,kami tetap menerapkan metode yang kedua dan ketiga yaitu metode Dalam Jaringan (Daring) dan Metode Luar Jaringan (Luring) agar siswa – siswi tetap mendapatkan pembelajaran di rumah meski tidak tatap muka langsung Tutur Nasaruddin.

Nasarudin “Berharap kepada orang tua Siswa-Siswi dan masyrakat agar selalu waspada karena massa pandemi Covid19 ini masih ada,maka kita harus hati-hati dan patuhi protokol kesehatan,keluar rumah harus memakai masker. Pungkas nya (ZaL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here